Sebelum yang
lain saya bicarakan pada blog ini terlebih dahulu bagi saya adalah memberikan
sedikit pembahasan yang menjadi penting sebagai awal dari sebuah tindakan
menuju KEARIFAN DIRI. Kearifan saya, kamu dan kita semua.
Berbicara tentang
sebuah pola pikir, maka hal yang perlu kita pertanyakan adalah, Apa itu pola
pikir?
Pola pikir
adalah pola-pola dominan yang menjadi acuan utam untuk bertindak. Selanjutnya
Pola pikir adalah Pola yang menetabkan dalam pikiran bawah sadar seseorang.
Dalam pengalaman
sepanjang hidup kita, manusia sering
berbuat sesuai dengan perintah otak yang membuahi sebuah pola pikir (mind sett) yang kemudian menjadikan
manusia tidak bermartabat dan lebih baik. Pola pikir yang baik akan
mengahasilkan sebuah keindahan dalam hidupnya. Keindahan pada diri sendiri dan
keindahan pada orang lain. Begitu juga sebalinya, ketika pola pikir seseorang
dilandasi dengan presepsi dan tujuan yang salah, maka jelas akan memberikan
dampak yang buruk terhadap kehidupannya dan orang lain.
Konsep dasar
pola pikir dimulai dari Pikiran yang
disiplian, pikiran yang dapat menyerap berbagai informasi, pikiran yang coba
membentangkan pertanyaan tak terduga, polapikir yang menyambut perbedaan
pandangan yang suka cita dan yang terakhir adalah pola pikir yang Etis. Inilah pola pikir yang membuat
kita menjadi manusia lebih baik, lebih arif dalam berjalan dalam kehidupan ini.
Secara umum kita
mendapatkan proses pembentukan pola pikir bersumber dari beberapa sumber
kehidupan diantaranya :
1.Bersumber dari keturunan secara genetika
Pola pikir ini adalah pola pikir
warisan watak dari kedua orang tua dan terkadang mendominasi dari sifat salah
satu saja (orang tua);
2.Bersumber dari profesi social
Pola pikir ini adalah pola pkir yang
dihasilkan dari sebuah lingkungan yang membentuk watak seseorang dalam
menjalani hidupnya. Jika anda berada pada lingkungan preman, maka bersiaplah
ketika tidak dibarengi dengan ketaatan dalam beragama anda pun akan menjadi
seorang preman pula.
Manusia adalah
selemah-lemahnya makhluk, dengan agamalah kita merasa yakin, merupakan hasil
dari sebuah kepercayaan diri bahwa dengan itu kita dapat membentengi diri dari
hal-hal yang salah. Rayuan dan coban silih berganti dengan sabar dapat dilalui
walau kuatnya arus yang menghempaskan kita pada karang-karang kehidupan.
Sejujurnya dalam
sebuah pola pikir yang membentuk arah hidup kita apapun kelainannya yang
dipunyai oleh seseorang pada dasarnya adalah sama dengan yang dimiliki leh
manusia yang lain pada umumnya. Kita sama-sama mengalami perubahan dalam diri
yang terkadang mengakibatkan diri ini menjadi pribadi yang tidak dapt mengendalikan diri, terobsesi, depresis, maniak dan
labil. Parahnya dalam kehidupan sekarang ini terlalu banyak pola pikir
dihiasi oleh hanya mengejar sebuah penghargaan, mengejar akan sebuah jabatan
yang tidak memperhitungkan kebaikan lain yang pada akhirnya membuat kita lebih
terhempas jauh dari kearifan diri yang sesungguhnya. Ingat, didalam
keberhasilan tentu ada kekurangan berhasilan, hambatan atau dimensi permasalahan
berupa pola pikir negative. Namun dengan menyadiri akan arti kebenaran yang
sesungguhnya, maka kita pun akan berkemampuan untuk menebas habis kejahiliaan
diri hingga menjadikan pribadi-pribadi tangguh yang mampu melalui berbagai aral
keberhasilan tersebut.
Pola pikir
negatif dan pola fikir positif adalah dua buah komponen yang tertanam apik di
dalam jiwa diri kita. Pola fikir negative selalu menekankan keharusan pada diri
sendiri. Saya harus begini, saya harus begitu lah.. ! namun ketika kegagalan
menghampiri, maka yang dirasakan adalah kehancuran hati. Selalu berfikir serbab
totalitas dan dualiseme, fesimistik nan futuristik; berfikir akan ketidak
mampuan diri, tidak kritis dan selektif terhadap self-criticism; suka
mementingkan diri sendiri dan selalu percaya bahwa diri ini memang pantas untuk
dikritisi dam lain sebagainya.
Pola pikir
positif selalu berdiri diatas pandangan-pandangan yang melihat masalah adalah
sebagai tantangan, menikmati hidup, cara berfikir yang terbuka, selalu mengedepankan
pemikiran yang baik, mensyukiri apa yang telah dia miliki tanpa harus lebih
banyak menuntut sana sini hanya untuk memuaskan bathin yang tidak pernah
berhenti dari dahaga kepuasan, lebih mengedepankan tindakan ketimbang sebuah alasan,
peduli pada arti sebuah citra diri dan lain sebagainya.
Suka atau tidak,
kenyataan adalah ketika kita pergi jauh meninggalkan sebuah aturan akan hukum
Tuhan, maka dapat dipastikan kalau kita akan semakin jauh meninggalkan
kebaikan-kebaikan dan kemudian membentuk sebuah diri serba salah yang pada
akhirnya menjadi pribadi-pribadi yang takan pernah bersentuhan dengan hakikat
Kearifan Diri Kita yang sesungguhnya. Disinilah manusia sangat
membutuhkan adanya tindakan untuk lebih banyak merenungi diri untuk lebih
melihat, mengingat dan menyadari apa yang selama ini dibuatnya, apa yang selama
ini dia dapatkan. Inti dari itu adalah dalam merenung diri yang terus menerus
dapat memberikan sebuah pengertian bahwa sesungguhnya tujuan hidup ini adalah
hanya berbakhti kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dengan pengertian seperti ini, maka
yang harus kita persembahkan adalah kebaikan-kebaikan diri yang mengagumkan.
Semoga
bermanfaat untuk kita semua
Wassalamu”alaikum..
#RidRachman
22.46
Unknown

Posted in: 

0 komentar:
Posting Komentar