Kamis, 20 Juni 2013

POLA PIKIR KITA



Sebelum yang lain saya bicarakan pada blog ini terlebih dahulu bagi saya adalah memberikan sedikit pembahasan yang menjadi penting sebagai awal dari sebuah tindakan menuju KEARIFAN DIRI. Kearifan saya, kamu dan kita semua.

Berbicara tentang sebuah pola pikir, maka hal yang perlu kita pertanyakan adalah, Apa itu pola pikir?
Pola pikir adalah pola-pola dominan yang menjadi acuan utam untuk bertindak. Selanjutnya Pola pikir adalah Pola yang menetabkan dalam pikiran bawah sadar seseorang.

Dalam pengalaman sepanjang hidup kita,  manusia sering berbuat sesuai dengan perintah otak yang membuahi sebuah pola pikir (mind sett) yang kemudian menjadikan manusia tidak bermartabat dan lebih baik. Pola pikir yang baik akan mengahasilkan sebuah keindahan dalam hidupnya. Keindahan pada diri sendiri dan keindahan pada orang lain. Begitu juga sebalinya, ketika pola pikir seseorang dilandasi dengan presepsi dan tujuan yang salah, maka jelas akan memberikan dampak yang buruk terhadap kehidupannya dan orang lain.

Konsep dasar pola pikir dimulai dari Pikiran yang disiplian, pikiran yang dapat menyerap berbagai informasi, pikiran yang coba membentangkan pertanyaan tak terduga, polapikir yang menyambut perbedaan pandangan yang suka cita dan yang terakhir adalah pola pikir yang Etis. Inilah pola pikir yang membuat kita menjadi manusia lebih baik, lebih arif dalam berjalan dalam kehidupan ini.

Secara umum kita mendapatkan proses pembentukan pola pikir bersumber dari beberapa sumber kehidupan diantaranya :

1.Bersumber dari keturunan secara genetika
Pola pikir ini adalah pola pikir warisan watak dari kedua orang tua dan terkadang mendominasi dari sifat salah satu saja (orang tua);

2.Bersumber dari profesi social
Pola pikir ini adalah pola pkir yang dihasilkan dari sebuah lingkungan yang membentuk watak seseorang dalam menjalani hidupnya. Jika anda berada pada lingkungan preman, maka bersiaplah ketika tidak dibarengi dengan ketaatan dalam beragama anda pun akan menjadi seorang preman pula.

Manusia adalah selemah-lemahnya makhluk, dengan agamalah kita merasa yakin, merupakan hasil dari sebuah kepercayaan diri bahwa dengan itu kita dapat membentengi diri dari hal-hal yang salah. Rayuan dan coban silih berganti dengan sabar dapat dilalui walau kuatnya arus yang menghempaskan kita pada karang-karang kehidupan.

Sejujurnya dalam sebuah pola pikir yang membentuk arah hidup kita apapun kelainannya yang dipunyai oleh seseorang pada dasarnya adalah sama dengan yang dimiliki leh manusia yang lain pada umumnya. Kita sama-sama mengalami perubahan dalam diri yang terkadang mengakibatkan diri ini menjadi pribadi yang tidak dapt mengendalikan diri, terobsesi, depresis, maniak dan labil. Parahnya dalam kehidupan sekarang ini terlalu banyak pola pikir dihiasi oleh hanya mengejar sebuah penghargaan, mengejar akan sebuah jabatan yang tidak memperhitungkan kebaikan lain yang pada akhirnya membuat kita lebih terhempas jauh dari kearifan diri yang sesungguhnya. Ingat, didalam keberhasilan tentu ada kekurangan berhasilan, hambatan atau dimensi permasalahan berupa pola pikir negative. Namun dengan menyadiri akan arti kebenaran yang sesungguhnya, maka kita pun akan berkemampuan untuk menebas habis kejahiliaan diri hingga menjadikan pribadi-pribadi tangguh yang mampu melalui berbagai aral keberhasilan tersebut.

Pola pikir negatif dan pola fikir positif adalah dua buah komponen yang tertanam apik di dalam jiwa diri kita. Pola fikir negative selalu menekankan keharusan pada diri sendiri. Saya harus begini, saya harus begitu lah.. ! namun ketika kegagalan menghampiri, maka yang dirasakan adalah kehancuran hati. Selalu berfikir serbab totalitas dan dualiseme, fesimistik nan futuristik; berfikir akan ketidak mampuan diri, tidak kritis dan selektif terhadap self-criticism; suka mementingkan diri sendiri dan selalu percaya bahwa diri ini memang pantas untuk dikritisi dam lain sebagainya.

Pola pikir positif selalu berdiri diatas pandangan-pandangan yang melihat masalah adalah sebagai tantangan, menikmati hidup, cara berfikir yang terbuka, selalu mengedepankan pemikiran yang baik, mensyukiri apa yang telah dia miliki tanpa harus lebih banyak menuntut sana sini hanya untuk memuaskan bathin yang tidak pernah berhenti dari dahaga kepuasan, lebih mengedepankan tindakan ketimbang sebuah alasan, peduli pada arti sebuah citra diri dan lain sebagainya.

Suka atau tidak, kenyataan adalah ketika kita pergi jauh meninggalkan sebuah aturan akan hukum Tuhan, maka dapat dipastikan kalau kita akan semakin jauh meninggalkan kebaikan-kebaikan dan kemudian membentuk sebuah diri serba salah yang pada akhirnya menjadi pribadi-pribadi yang takan pernah bersentuhan dengan hakikat Kearifan Diri Kita yang sesungguhnya. Disinilah manusia sangat membutuhkan adanya tindakan untuk lebih banyak merenungi diri untuk lebih melihat, mengingat dan menyadari apa yang selama ini dibuatnya, apa yang selama ini dia dapatkan. Inti dari itu adalah dalam merenung diri yang terus menerus dapat memberikan sebuah pengertian bahwa sesungguhnya tujuan hidup ini adalah hanya berbakhti kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dengan pengertian seperti ini, maka yang harus kita persembahkan adalah kebaikan-kebaikan diri yang mengagumkan.

Semoga bermanfaat untuk kita semua

Wassalamu”alaikum..

#RidRachman

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes